DKP Prov. Jateng

Artikel

PERAN POKMASWAS DALAM MENJAGA KELESTARIAN EKOSISTEM SUNGAI


01 April 2021 pukul 10:47


PERAN POKMASWAS DALAM MENJAGA KELESTARIAN EKOSISTEM SUNGAI

Pendahuluan

Sungai merupakan salah satu bagian dari Perairan Umum Daratan (PUD) dan termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009. Sungai memiliki peranan yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, diantaranya adalah untuk pertanian, kehutanan, irigasi, dan juga sektor perikanan. Selain itu banyak juga masyarakat yang memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Pemanfaatan sungai yang multi guna ini menyebabkan sektor perikanan mendapatkan beban dan tekanan yang cukup berat (Qulubi, 2019).

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan turunnya populasi ikan antara lain akibat perubahan habitat, eksploitasi berlebih, persaingan penggunaan air,  pencemaran lingkungan dan tingginya laju penangkapan. Lebih lanjut dikemukakan oleh kordi (2015), stok biota di suatu perairan cenderung semakin berkurang karena tingginya laju penangkapan dan kematian dibanding dengan perkembangbiakan dan pertumbuhan. Laju penangkapan semakin meningkat disebabkan oleh tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Laju kematian biota di alam juga meningkat sejalan dengan menurunnya kualitas lingkungan, termasuk rusaknya habitat hidup biota di alam akibat penangkapan yang destruktif, seperti penggunaan bahan peledak, racun, strum listrik, limbah industri dan limbah rumah tangga (Effendi, 2004). Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan stok ikan di sungai adalah dengan melakukan kegiatan penebaran benih ikan (restocking), razia alat tangkap tidak ramah lingkungan, dan pemasangan plang sebagai media edukasi sebagaimana yang dilakukan oleh POKMASWAS Serayu, Wonosobo.

Hasil

Sejalan dengan misi Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk menjaga ketersediaan sumber daya perikanan di perairan umum, kegiatan restocking dapat menjadi solusi untuk meningkatkan stok perikanan dan juga pelestarian biota yang dimanfaatkan oleh masayarakat. Restocking adalah penebaran kembali jenis ikan yang sebelumnya telah mendiami perairan tersebut, namun karena suatu hal menyebabkan terjadinya penurunan populasi atau bahkan tidak ditemukan lagi. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Bagi masyarakat yang memanfaatkan hasil tangkapan ikan sebagai sumber penghasilannya, menurunnya stok ikan di perairan akibat berbagai kegiatan perikanan tidak ramah lingkungan akan membawa dampak negatif terhadap tingkat perekonomian (Kordi, 2015). Berbagai aktivitas perikanan yang merusak sumber daya perikanan salah satunya adalah penggunaan obat terlarang yang menyebabkan kematian perikanan semua ukuran

Sebagai respon dari permasalahan tersebut, pada tanggal 7 Juli 2020 POKMASWAS Serayu bersama dengan pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan penebaran sebanyak 30 ribu ekor benih ikan ke sungai Sanggaluwang Desa Wonokerto Kecamatan Leksono, Wonosobo. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan stok jumlah ikan yang cenderung mengalami penurunan akibat eksploitasi sumber daya ikan, pencemaran lingkungan, dan kegiatan destructive fishing (Magelangekspres.com)

Kegiatan restocking yang menambah jumlah ikan di sungai tentunya juga harus disertai tindakan lain untuk menjaganya. POKMASWAS Serayu yang menyadari hal tersebut melakukan berbagai kegiatan lain untuk menjaga agar kegiatan perikanan dilakukan secara bertanggung jawab. Berbagai kegiatan dilakukan oleh POKMASWAS Serayu diantaranya adalah razia alat tangkap yang merusak lingkungan seperti penggunaan strum ikan dan jaring dengan mesh size tidak sesuai. Penggunaan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan akan menyebabkan penangkapan tidak tepat sasaran dan menyebabkan banyaknya ikan rucah yang memiliki nilai ekonomi rendah.

Selain itu sebagai media edukasi POKMASWAS Serayu juga melakukan pemasangan plang tentang larangan illegal fishing dengan tujuan untuk memberikan peringatan kepada pelaku perikanan agar tetap melakukan kegiatan perikanan sesuai peraturan yang ada. Kegiatan perikanan yang berlandaskan peraturan dan perundang-undangan akan meningkatkan persentase kegiatan perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga tetap bisa dimanfaatkan di masa yang akan datang

Melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang akan direncanakan selanjutnya, POKMASWAS Serayu diharapkan akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan pengawasan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya perikanan di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Selain itu, dengan terbentuknya POKMASWAS Serayu diharapkan akan meningkatkan kualitas serta kuantitas sumber saya perikanan untuk perikanan ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui sistem pengawasan berbasis masyarakat.

Referensi

Burhanuddin, AI dan Nessa, MN., 2018. Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan.  Deepublish. Yogyakarta.

Effendi, H., 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan  Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Kordi, M.G.H.K., 2015. Pengelolaan Perikanan Indonesia. Catatan Mengenai Potensi, Permasalahan dan Prospeknya. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Magelangekspres.com (diakses pada Rabu, 20 Januari 2021 pukul 13.35 WIB).

Qulubi, M. H. 2019. Restocking Untuk Pelestarian  Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Di Danau Kemuning Bandar Sribhawono Lampung Timur. Jurnal Soeropati. Vol 2 (1).

Syafei, L.S. 2005. Penebaran Ikan untuk Pelsetarian Sumber Daya Ikan. Jurnal Ikhtiologi. Vol 5 (2).