Artikel

UPACARA RITUAL LARUNG AMBENG LAUT BARITAN NELAYAN KE-68 DI ASEMDOYONG PEMALANG

UPACARA RITUAL LARUNG AMBENG LAUT BARITAN NELAYAN KE-68 DI ASEMDOYONG PEMALANG

  • Yustiara Widya Saraswati
  • 42

Asemdoyong – Pada hari rabu tanggal 17 Juni 2026 diselenggarakan Acara Baritan Nelayan ke-68 atau Sedekah Laut di desa Asemdoyong Pemalang, bertepatan pada Satu Suro dalam hitungan bulan Jawa atau 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 H, berkolaborasi dengan banyak stakeholder terkait dan juga masyarakat Pemalang khususnya Asemdoyong yang hadir dan memeriahkan acara tersebut seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Rangkaian prosesi upacara ritual larung ambeng laut diawali dengan Kirab yang membawa Ambeng Laut, berupa 3 ancak atau miniatur kecil yang dihiasi berbagai hiasan dengan janur kuning, bendera merah merah putih, balon dan masing-masing berisi 1 kepala kerbau, sesajen, beberapa macam bunga, hasil sedekah bumi seperti jajanan pasar, snack ringan, buah-buahan, tumpeng beserta lauk pauk, mainan, dll, yang kemudian akan diarak dari Balai Desa Asemdoyong mengelilingi desa Asemdoyong dengan tujuan akhir Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong.

Dilanjutkan dengan banyak acara hiburan seperti tari tradisional, dilanjutkan ruwatan ambeng laut dengan menggelar acara pagelaran seni wayang kulit, dan memanjatkan doa sebelum melarung ambeng laut agar seluruh prosesi tersebut diberikan kelancaran, keberkahan dan juga keselamatan.

Dengan tetap mematuhi prosedur dan memperhatikan keselamatan, banyak masyarakat yang antusias menaiki kapal para nelayan yang sudah dipersiapkan dan ikut mengiring untuk melihat prosesi melepas ambeng laut tersebut ke laut. Ambeng laut kemudian berbondong-bondong dibawa oleh panitia baritan didampingi oleh beberapa stakeholder terkait menuju ke 3 kapal nelayan yang sudah dipersiapkan dan dihias dengan bendera, umbul-umbul, balon, buah-buahan dan snack-snack yang digantung agar terlihat menarik, masing-masing kapal tersebut membawa 1 ancak atau miniatur kapal tadi untuk dilarung ke laut.

. Sesuai dengan tradisi yang sudah ada, masyarakat nelayan juga berebut untuk mengambil air yang ada disekitar ancak yang sudah dilarung tersebut dan menyiramkannya pada kapal-kapal mereka, hal itu dilakukan dengan harapan kapal-kapal mereka nantinya akan membawa banyak berkah. Acara Baritan atau Sedekah Laut di desa Asemdoyong Pemalang ini merupakan salah satu warisan turun temurun dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2022 oleh Kemendikbudristek RI di Yogyakarta pada September 2022, sehingga diharapkan akan terus lestari.