DKP Prov. Jateng

Berita

PENGUJIAN PENYAKIT UDANG ACUTE HEPATOPANCREATIC NECROSIS DISEASE (AHPND) DI TAMBAK BBIAPL KARANGANYAR TUGU OLEH BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA


12 November 2020 pukul 09:37


PENGUJIAN PENYAKIT UDANG ACUTE HEPATOPANCREATIC NECROSIS DISEASE (AHPND) DI TAMBAK BBIAPL KARANGANYAR TUGU OLEH BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA

Pada tanggal 24 September 2020 BBIAPL mendapat kunjungan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara dan Balai Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan. Kunjungan ini dalam rangka pengujian penyakit udang Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). 

Akhir-akhir ini banyak petambak mengalami kasus kematian dini pada udang yang diduga karena penyakit seperti AHPND,  White spot syndrome virus (WSSV), Covert Mortality nodavirus (CMNV). Akibat serangan penyakit tersebut diperkirakan terjadi penurunan produksi sebesar 30% sehingga diperlukan upaya untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Penyakit AHPND disebabkan adanya infeksi bakteri Vibrio parahaemolyticus (VPAHPND) yang mampu memproduksi toksin dan menyebabkan kematian pada udang dengan mortalitas mencapai 100%. Vibrio merupakan flora normal dan termasuk bakteri pengurai bahan organik yang populasinya berkembang apabila bahan organik meningkat. Gejala klinis yang terlihat pada udang yang terinfeksi AHPND antara lain: terjadinya kematian mendadak di dasar petak tambak pada umur <40 hari pasca tebar, warna udang pucat dan saluran pencernaan kosong, hepatopancreas terlihat mengecil dan pucat jika dibedah.

Dalam kunjungan ini petugas Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara dan Balai Laboratorium Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan melihat kondisi unit budidaya secara langsung, mencatat permasalahan yang ada, dan melakukan pengukuran parameter fisik (salinitas, suhu, dan PH), parameter kimia (bahan organic, nitrat, dan amonia) dan biologi (total vibrio).

Kegiatan pengujian penyakit udang AHPND diawali dengan pengambilan sampel oleh petugas BBPBAP Jepara. Sampel yang diambil berupa sampel air, tanah, dan udang. Selanjutnya dilakukan pengujian pada laboratorium biologi molekuler untuk dianalisis menggunakan Real time PCR.

Dari pengujian sampel diperoleh hasil bahwa udang di tambak BBIAPL Karanganyar Tugu negative AHPND, WSSV, dan CMNV. Selain itu, kemelimpahan bakteri vibrio sp masih dalam kategori normal dan masih layak digunakan serta berada pada kadar <10²CFU/mL. Untuk pengujian kualitas air menunjukkan bahwa air di tambak BBIAPL mengandung kadar PH yang relative aman dan sesuai dengan persyaratan SNI.